In Blog, Rafting

Dalam kegiatan arung jeram, keselamatan setiap peserta adalah hal yang utama. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan arung jeram.

Di samping itu, penting untuk disadari oleh setiap peserta bahwa kegiatan arung jeram ini tidak akan pernah lepas dari segala resiko dan bahaya, baik oleh faktor manusia, peralatan maupun faktor alam yang menyertainya. Tapi kamu tidak perlu cemas, karena justru disinilah letak salah satu kegembiraan yang akan kamu rasakan saat bermain-main dengan air.

Self rescue atau tindakan penyelamatan diri saat melakukan kegiatan arung jeram ini perlu kamu cermati dengan serius. Walaupun kamu akan dipandu oleh skipper yang berpengalaman, skipper tetap memiliki keterbatasan. Sehingga, hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah melakukan tindakan penyelamatan diri sebelum datang tim rescue yang akan membantu kamu.

Lebih jauh, prinsip setiap tindakan penyelamatan dalam kegiatan arung jeram adalah menyelamatkan diri sendiri sebelum melakukan tindakan penyelamatan terhadap orang lain, dan si penyelamat harus benar-benar berada dalam kondisi yang aman dalam melakukan tindakan penyelamatan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko lainnya dan kemungkinan bertambahnya korban.

Istilah dan tindakan yang perlu kamu tahu untuk penyelamatan diri adalah sebagai berikut:

Berenang Gaya Bebas

Swimmer adalah orang-orang yang terlempar dari perahu selama arung jeram. Meskipun penggunaan pelampung diperlukan dalam semua kegiatan arung jeram, kemampuan berenang di olahraga ini juga diperlukan untuk mencegah bahaya yang mungkin timbul ketika berhadapan dengan alam. Jika kamu belum merasakannya, percayalah kamu akan mengalaminya suatu hari nanti. Bagi kamu yang baru ingin pertama kali menjajal olahraga arung jeram, kamu tidak perlu khawatir.

Hal pertama yang perlu diingat jika kamu berada dalam kesulitan berenang adalah “Jangan panik!”. Apabila kamu merasa panik, kamu akan bingung dan tidak yakin apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri. Apabila telah menaklukkan perasaan panik, kamu harus memperhatikan lingkungan dan lokasi sekitar. Setelah itu, cobalah mencapai perahu atau tepian terdekat dengan berenang gaya bebas. Temukan arus yang tenang sehingga kamu dapat melalui air dengan aman dan kembali ke perahu atau tepi sungai.

Wrap Escape

Peristiwa Wrap terjadi ketika perahu terjerat di antara bebatuan dan tidak dapat berlayar. Perahu harus digoyangkan agar arus mengalir ke pangkal perahu dan perahu dapat melaju kembali. Jika arusnya terlalu kuat, maka perahu dikeluarkan dengan menyeretnya menggunakan tali.

Naik ke Perahu

Penyelamatan diri diawali dengan menaiki perahu setelah seorang anggota kru terlempar ke sungai. Saat terhempas dari perahu, kamu harus langsung mendekatinya dan memegang boatline yang terjerat di sekitar tabung perahu. Untuk selanjutnya, naikkan dan dorong tubuh ke arah perahu bagian dalam, lalu langsung ambil posisi aman setelah di atas perahu.

High Side

Dalam keadaan tertentu, perahu bisa merayapi batu sampai melemparkan kru atau membalik perahu. Sebelum kapal terbalik, skipper akan menginstruksikan seluruh krunya untuk mengeksekusi high side. Teknik ini diterapkan untuk menggeser beban ke sudut tertinggi perahu sehingga perahu menjadi seimbang dan tidak terbalik.

Praktik Berenang di Arus

Dalam kegiatan arung jeram, ada banyak metode berenang, masing-masing memiliki fungsi tertentu, seperti:

Ofensif

Berenang ofensif adalah metode berenang untuk mendorong tubuh ke sisi sungai dan menghindari tersapu lagi. Teknik ini dilakukan dengan berenang ke hulu pada sudut 45º untuk memotong arus.

Defensif

Berenang menggunakan gaya defensif dipraktikkan di bagian sungai yang curam dan berbatu dengan arus deras yang mengalir ke hilir. Berenanglah dengan arus dalam posisi terlentang, jaga agar kaki tetap kencang dan berada di atas air untuk menghindari kondisi kaki yang terjebak di celah bebatuan dan membiarkan tubuh terbawa ke hilir oleh arus.

Selama Anda berenang secara defensif, usahakan untuk menikmatinya. Bahkan jika di bagian dangkal, cobalah untuk mencapai tepi sungai dan keluar dari air sesegera mungkin.

Agresif

Berenang dalam posisi agresif adalah berenang melawan arus di sungai yang cukup tenang dengan sikap menghadap ke hulu. Untuk mencapai perahu penyelamat, hindari sieves, undercut, dan strainers untuk menyeberang ke sisi lain tepi sungai secepat mungkin. Ingatlah bahwa berenang dengan kuat hanya berguna dalam arus sungai yang cukup tenang. Jika Anda mencoba ini dalam aliran yang kuat, energi Anda akan terbuang sia-sia karena Anda pasti akan terbawa oleh arus deras.

Rate this post
Recommended Posts